Selasa, 28 Oktober 2014

Pinchusion (Tempat Jarum)

Uji Nyali Grup HandicraftQta

Akhirnya Grup Facebook HandicraftQta mengadakan lagi Uji Nyali ke-4 dengan tema membuat tempat jarum. Tema menarik dengan berpikiran kalau ada waktu mau ikut (sama seperti niat uji nyali sebelumnya yang ternyata ga pernah jadi ikut ^^). Tapi Uji Nyali kali ini  membuat tidak bisa tidur, khayalan sibuk mendesain akan membuat seperti ini-itu-ini-itu... setelah selesai jadi (didalam khayalan) baru bisa tertidur sekitar jam 3 subuh ^^.  Mungkin serasa tertantang, belum lagi sudah lama sekali tidak berkreasi dengan material craft


 Belum tahu mana bahan yang cocok, jadi siangnya dikumpulkan saja semua material yang ada dengan tema warna pink dan hijau lumut

(Material di foto hanya di pakai sebagian saja)










Dan hasil jadinya lumayan genit ^^

Cara pembuatan:
Pertama kali kita hias dahulu Jarum pentulnya

Bahan yang diperlukan:
- Renda bentuk bunga, jika sulit didapatkan bisa menggunakan kain sifon atau Organdy digunting bentuk bulat ukuran coin Rp 1000
- Jarum pentul warna warni
   Akan lebih baik jika sudah dapat langsung satu warna jadi tidak usah dicat lagi, atau  jika menyukai warna-warni tidak usah diganti warnanya
- Cat semprot (kebetulan adanya warna silver)
- Cairan membuat kaku Kain  (bisa dilewat jika tidak ada) saya menggunakan merk Stiffy, (bisa dipesan di         https://www.facebook.com/yuliana.liu?fref=ts )
- Mangkuk/mahkota manik kecil

Bahan penunjang
- Jarum pentul kecil
- Gabus
- Gunting
- Tang ujung lancip (atau bisa menggunakan obeng kembang kecil atau jarum rajut)
- Mangkuk

Caranya:
1. Gunting potongan renda bunga dan rendam ke dalam cairan pengkaku kain

2. Peras bunganya lalu tusuk bagian tengah menggunakan jarum pentul kecil dan bagian bawahnya masukan mangkuk manik







 3. Tusuk jarum ke gabus, dan tekan menggunakan ujung tang bulat/obeng kembang hingga masuk bagian magkuk ke dalam gabus (bunga menjadi berbentuk keriting) dan biarkan hingga kering













4. Tusuk Jarum pentul ke gabus dan  semprot bagian kepala menggunakan cat silver,
Biar kan hingga kering






6. Setelah semua kering, lepas bunga renda dari jarum pentul kecil dan ganti menggunakan jarum pentul silver, lalu pasang kembali mangkuk maniknya. Gunakan lem UHU agar tidak lepas









Mungkin ada yang bertanya kenapa bunganya mesti agak kuncup dan di keraskan dahulu, alasannya:
1. Biar tidak meganggu pentul bunganya saat diselipkan ke kain
2. Saat penyimpanan di wadah gelas bisa bertumpuk-tumpuk cantik seperti buket bunga
3. ... ya biar lebih cantik saja ^^

Untuk dasar gelas saya masukan bulu ayam halus hijau lumut, Needle Felting (Felt Wool)
ditambah putik warna warni (buang bagian tangkainya)
Sengaja bunganya dipilih warna putih agar mencolok diantara warna pink dan hijau lumut


Tutup Wadah Jarum

Untuk wadah saya menggunakan bekas selai dengan tutup plastik tekan (bukan ulir)

1. Hamplas sedikit bagian atas dan samping luar tutup gelas agar lem lebih kuat menempel, lalu lapisi bagian atasnya yang sudah di hamplas  menggunakan lem tembak atau lem UHU. Tempelkan ke kain felt berwana merah muda

2. Gunting bagian sisi nya dengan menyisakan lebar sekitar 5-8mm. Gunting pinggiran mengelilingi luar tutup gelas (seperti foto) lalu tekuk dan lem menutupi pinggiran luar
3. untuk kelopak luar saya menggunakan kain tile dengan lebar 10cm dan  panjang 100cm. Lipat dua memanjang dan jahit jelujur bagian pinggirannya. Lalu kerut hingga seukuran pinggiran tutup. 
4. Tutup bagian sambungan kain tile menggunakan renda warna merah muda
5. Tambahkan mute 2mm yang di jahit acak di bagian atas kelopak











6. Tutup bagian atas sambungan tile dan kain felt dengan menggunakan dua mute rantai 3mm warna putih dan merah muda. Bisa menggunakan lem tembak menempelkannya, tapi jika ingin rapih lebih baik di jahit tangan.  Lem dan jahit  velcro ( hook )yang digunting bulat dibagian tengahnya







Tampak Atas tutup
Tampak Bawah 



Sekarang bagian Pincushion nya...

1. Bantalan jarumnya menggunakan kain Felt Hijau lumut, dibuat dua lembar bulatan dengan cetakan tutup gelas selai.
2. Jika memiliki Needle Felting, bisa hias bagian atasnya
3. Sambungkan kedua lembar felt menggunakan tusuk feston, sisakan celah untuk memasukan dakron hingga penuh, dan tutup dengan melanjutkan tusuk feston



4. Untuk bagian pinggir menggunakan pita merah muda lebar sekitar 5 cm dan panjang 1 meter (Jika tidak memiliki pita lebar, bisa menggunakan dua lembar pita lebar sekitar 2,5cm yang disatukan), lipat memanjang dan jelujur di samping lipatannya, lalu tarik benangnya hingga berkerut.
Ukur hingga pas mengelilingi samping bantalan jarum


 5. Satukan dengan dijahit kerutan pita di bagian sambungan felt, Lalu tutup bagian sambungan dengan dua mote rantai


6. Gunting velcro(Loop) menjadi bentuk bulat, lalu lem dan jahit dibagian belakang bantalan jarum. Tambah kan dua helai daun kain pada bagian belakang
Sebelumnya sempat berpikir juga enaknya menggunakan kaitan apa untuk bagian gelangnya, yang pasti mesti mudah saat memasang atau melepaskannya menggunakan satu tangan. Velcro? kancing? tali? Akhirnya saya putuskan menggunakan renda elastis, tentu itu paling mudah kan, aksesoris anak-anak saja menggunakan karet ^^

Kebetulan saya tidak memiliki renda elastis dua sisi berwana merah muda dengan bagian tengah lebih tebal (biar lebih tahan lama), Akhirnya saya gabungkan dua renda yang sama digunakan bagian tutup gelas, biar semakin terlihat juga masih satu set. Untuk menutup jahitannya menggukan pita velvet yang dijahit mengkerut, agar saat dimasukan ke pergelangan tangan masih bisa merenggang.

Dibagian cekung pita ditambahkan mute yang sama dengan ruffle di tutup gelas. Lalu pasangan velcro(hook) bulat di bantalan jarum, dijahit pas menutup sambungan gelang renda




Selesai...  Kreasi ini terdiri dari
1. Jarum Pentul dengan pentulan bunga
2. Wadah Jarum dari bekas selai beserta tutupnya
3. Tempat (tusukan) Jarum yang bisa di lepas pasang
4. Gelang Karet Renda ber velcro. Untuk memudahkan menyimpan jarum-jarum saat membuat pola mengggunakan manekin, atau menjahit saat agak jauh dari meja







Selamat ber kreasi





Selasa, 21 Oktober 2014

Hallo 
Sudah 5 tahun Tha tidak menyapa di blog ini, karena kesibukan menjadi ibu RT dan keasikan bermain di FB :D
Maaf buat teman-teman yang sudah mengirim email, belum sempat di balas semua, berhubung jarang cek email dan ada yang beberapa bulan kemudian baru ketahuan emailnya, bingung juga apa masih perlu balasannya apa tidak -_- 

Banyak yang mau diceritakan seputar craft maupun kegiatan lima tahun terakhir ini di Blog KreasiTha. Sebagian besar isi blog nanti mungkin sudah disebarkan duluan di FB. Jadi untuk teman-teman yang berteman juga di FB, terpaksa mesti membaca "curhatan" craft Tha dua kali ya ^^ 

Oh ya secara bertahap Tha akan mengoreksi isi blog yang dahulu, karena ada beberapa alamat, info mau pun isi curhatan yang salah, sudah tidak ada, atau mungkin menyesatkan. 
Terima kasih untuk teman-teman yang masih berkunjung ke blog ini ^^  

Rabu, 24 Juni 2009

Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009












Alhamdulillah..
Blog kreasitha mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori mingguan, Selasa (23/06/2009) bersama Mas Jonru dan Bunda Hafidz
Ini cuplikan yang diambil dari detiknet


ISBA 2009
Pemenang Blog Award Minggu Ke-4 Juni 2009

Tim Internet Sehat - detikinet
Jakarta -

Setelah melakukan proses verifikasi dan penilaian, bersama ini kami dari tim Internet Sehat menyampaikan bahwa blog berikut di bawah ini layak dan berhak mendapatkan penghargaan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 untuk kategori mingguan, Selasa (23/06/2009):

http://www.jonru.net (Education blog)

Mungkin selama ini Anda berangan-angan ingin menjadi seorang penulis sukses, tapi tidak tahu bagaimana caranya. Berhenti bermimpi dan mulailah menulis. Itulah kiat yang ditekankan Jonru agar seseorang bisa menjadi hebat. Melalui blognya, pria yang sudah banyak 'makan' asam garam dunia tulis menulis ini tak pelit berbagi ilmu tentang kiat menjadi penulis sukses. Lewat blognya, Jonru membantu membedah hal-hal apa yang dapat menjadi 'kerikil penghalang' saat kita akan mulai menulis. Simak saja pembahasannya tentang alasan-alasan yang menyebabkan seseorang sering menunda-nunda keinginannya untuk menulis. Pria yang kerap menjadi pembicara di sejumlah pelatihan/talkshow tentang penulisan ini juga berbagi kiat jitu agar kita selalu lancar saat menulis, dan terhindar dari penyakit malas menulis. Jonru juga menawarkan kesempatan bagi yang ingin bergabung dalam Sekolah-Menulis Online, yakni pelatihan penulisan jarak jauh lewat internet. Sudah siap untuk mewujudkan mimpi menjadi penulis sukses? Yuk, intip dulu ilmunya di blog ini.

http://kreasitha.blogspot.com (Lifestyle blog)

Benda-benda yang tampaknya sepele, bisa disulap menjadi barang yang memiliki nilai jual. Berkat sentuhan tangan 'dingin' Dini Lestari, eceng gondok, manik-manik, kertas bekas dan berbagai benda lain yang sering dipandang sebelah mata, berubah menjadi barang 'berharga'. Lewat blognya yang bernama KreasiTha, Dini Lestari atau yang akrab dipanggil Estha ini tak pelit berbagi ilmu tentang keterampilan membuat berbagai kerajinan tangan seperti cover buku dari eceng gondok, kalung dari manik-manik, cermin dengan bingkai dari kerang, cara mendaur ulang kertas, membuat boneka flanel dan lain-lain. Wanita yang memang memiliki hobi berkreasi dengan berbagai macam material ini telah menelurkan sebuah buku yang berjudul 'Membuat Aneka Perhiasan dari Manik-manik'. Informasi tentang berbagai cara membuat kerajinan tangan tersebut dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, tahap demi tahap pembuatan dijelaskan secara gamblang, serta dilengkapi dengan gambar-gambar yang memperjelas informasi. Estha juga membuka toko online untuk menawarkan berbagai material pembuat aksesoris, sehingga bagi yang tertarik dapat langsung memesannya. Tertarik?

http://bundahafidz.blogspot.com (Family blog)

Harta yang paling berharga adalah keluarga. Hal ini tercermin dari sebuah blog bernama Bunda Hafidz. Curahan kasih sayang dan perhatian sang bunda terhadap keluarganya tergambar jelas dalam setiap tulisan di blognya. Blog bernuansa pink lembut ini merekam setiap aktivitas yang dilakukan keluarganya. Ibu dari tiga orang putra yakni Hafidz, Aufa, dan Ilal ini, dengan telaten menuliskan cerita tentang aktivitas yang dilakukan buah hatinya, seperti saat si kecil Ilal belajar naik sepeda, persiapan si buah hati menjelang ujian sekolah, keceriaan anak-anak saat sang ayah memasak, pengalaman saat berlibur ke rumah kakek, serta berbagai cerita lainnya yang menggambarkan keharmonisan keluarga tersebut. Membaca blog yang satu ini akan membuat kita merasa terhibur dan menemukan kehangatan sebuah keluarga yang sesungguhnya.



Terima kasih untuk semua nya :)
Untuk lebih lengkap bisa di lihat disini

Kamis, 16 April 2009

Tempat menjual clay







Banyak teman-teman yang mencari bahan Clay sengaja saya posting
semoga membantu ya

http://hanycraft.com/
Clay dan pelengkapannya

Crayon & Co
Jl Aceh No 15 Bandung
http://www.crayonscraft.com/
Clay: Jumping Clay, Fimo, resin Clay, dll
Lainnya: buku-buku dan macam-macam perlengkapan kerajinan tangan

http://cerracraft.multiply.com/
Produk:
Clay: Hearty, Terra, Sculpey, Kato
Perlengkapan clay,
Lainnya: perlengkapan beading, buku keterampilan, pita, fancy papers dll

Angel Craft (koleksi clay dan plengkapannya bikin ngiler ^^ )
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000717255743&v=info
angelcraft78@yahoo.com
087881515283
021- 71302833



Ada yang mau tambah lagi ke daftar???

Rabu, 08 April 2009

Jenis Kalung


































































(klik gambar untuk memperbesar)

Sumber: "Membuat Aneka Perhiasan dari Manik-manik"

Kamis, 19 Maret 2009

Bunga Untuk Hiasan dari kertas Daur Ulang

Sebelumnya Kita sudah belajar membuat kertas daur ulang,
Selain untuk dijadikan lembaran kertas, bubur kertas yang dengan kandungan air lebih sedikit bisa dibuat aplikasi
untuk dijadikan hiasan caranya:
1. Robek-robek kertas bekas (usahakan kertas berwarna putih dan hindari kertas koran dan yang ada lapisan lilinnya)
2. Rendam kertas
3. Haluskan (bisa menggunakan blender)
4. Campur bubur kertas dengan pewarna (saya mengunakan pewarna makanan tapi lebih baik menggunakan pewarna tekstil)
5. saring dan peras
6. buat bulat-bulat kecil lalu pipihkan dengan menggunakan jari (jepit dengan jari telunjuk dan jempol) hingga berbentuk kelopak
7. Jemur hingga kering
8. Rapihkan ujung-ujung kelopaknya
9. Rangkai menyerupai bunga di atas pigura, box atau kartu ucapan

Eceng Gondok


Eceng gondok termasuk dalam gulma perairan. Daunnya berbentuk bulat telur dengan tangkai berbentuk silender memanjang hingga 1 meter, dengan diameter 1-2 cm. Tangkai daunnya berisi serat kuat dan lemas serta mengandung banyak air.
Eceng gondok dapat dikeringkan dan diberi warna untuk proses membuat kerajinan tangan. Akan lebih baik dalam proses penolahan material direndam dahulu dengan Asam Borat dengan perbandingan 30gram : 1 liter air agar lebih tahan lama dan melakukan pemutihan dengan H2O2 sebelum melakukan pewarnaan.